Universitas Negeri Semarang

Universitas Negeri Semarang (Unnes) adalah universitas konservasi. Konservasi memang telah menjadi visi kami. Lengkapnya, universitas konservasi bertaraf internasional yang sehat, unggul, dan sejahtera. Kampus utamanya berada di Sekaran, Gunungpati. Dan kampus lainnya Kelud, Bendan, Pegandan, Karanganyar, dan Tegal.

Embung Universitas Negeri Semarang

Unnes mempunyai 60 program studi untuk sarjana (S1) dan 12 program studi untuk diploma (D3). Unnes juga membuka sejumlah program studi pada jenjang magister (S2) dan program doktor (S3). Di universitas ini dibuka pula pendidikan profesi dan Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Visi, Misi dan Tujuan

Menjadi universitas konservasi, bertaraf internasional, yang sehat, unggul, dan sejahtera pada tahun 2020.

Tentang Unnes

Universitas Negeri Semarang (Unnes) didirikan sebagai sebuah ikhtiar bangsa Indonesia untuk berperan dan terlibat secara aktif dalam pengembangan pengetahuan ilmu, teknologi, seni, dan olahraga.

Unnes Koservasi

Badan Pengembang Konservasi UNNES mempunya 8 pilar konservasi yang terdiri dari: Arsitektur Hijau dan Transportasi Internal, Biodiversitas, Energi Bersih, Seni Budaya, Kaderisasi Konservasi, Kebijakan Nir Kertas, Pengolahan Limbah.

Jangan mengeluh masalahmu. Jika kamu merasa bebanmu lebih BERAT daripada yg lain, itu karena Tuhan melihatmu lebih KUAT daripada yang lain. Jangan berpikir kamu JATUH karena masalah yg diberikan Tuhan, karena sebenarnya Tuhan hanya menginginkanmu belajar BERDIRI. Seberat apapun masalah yg sedang menimpamu, tetaplah bersabar dan ikhlas. Hadapi dengan penuh tanggung jawab, pertolongan Tuhan pasti datang. Jangan pernah terpuruk karena suatu masalah. Bersabar dan berdoalah, percaya, tak ada masalah yang terlalu besar bagi Tuhan. Masalah adalah cara Tuhan tuk membuatmu dewasa, jangan lari darinya tapi hadapilah. Hanya mereka yg membuatmu bijaksana.

Translate

Wednesday, 24 April 2013

Praktikum Uji Tarik Baut Perdalam Ilmu Mekanika Bahan Untuk Teknik Sipil


Semua bahan padat akan berubah bentuk apabila diberi beban. Perubahan bentuk tergantung pada besar beban, unsur kimia maupun kondisi beban, bentuk benda uji, suhu, kecepatan pembebanan, dan sebagainya. Pada saat praktikum juga dihasilkan suatu tegangan dan regangan. Tegangan itu sendiri merupakan intensitas gaya dalam pada elemen struktur sebagai reaksi deformasi yang timbul akibat bekerjanya beban luar. Pada umumnya intensitas gaya ini berarah miring pada bidang potongan. Deformasi adalah elemen struktur yang dapat berubah bentuk secara geometris, fenomena ini antara lain disebabkan karena penempatan beban luar dan perubahan temperatur. Deformasi yang terjadi pada elemen batang yang menerima beban luar tergantung pada ukuran awal penampang sehingga lebih tepat jika dinyatakan dalam bentuk regangan yang merupakan nilai banding perubahan dimensi per satuan ukuran terhadap dimensi awalnya, regangan dapat juga didefinisikan sebagai ekspresi non-dimensional dari deformasi. Suatu kurva yang menghubungkan antara beban dan perubahan bentuk pada benda uji (deformasi) merupakan bagian utama dari studi tentang sifat mekanika dari bahan benda uji itu. Akan tetapi, biasanya pengujian itu agak berbeda bila bentuk geometrinya berbeda, walaupun bahannya sama. Oleh karena itu bentuk benda uji dibuatkan suatu standardisasi yang sedemikian rupa sehingga kurva tegangan-tegangan diperoleh juga merupakan standardisasi pula.
Pengukuran dimensi baja

Manometer

Baja setelah dilakukan uji tarik baja dengan baut kuningan

Baja setelah dikakukan uji tarik mutu baja

Dial Indicator

Baja sebelum dilakukan uji tarik baja dengan baut kuningan

Baja setelah dilakukan uji tarik baja dengan baut baja

Baja sebelum dilakukan uji tarik baja dengan baut baja

     Download Video Uji Tarik Mutu Baja (Manometer)
     Download Video Uji Tarik Mutu Baja (Dial Indicator)
     Download Video Uji Tarik Baja Dengan Baut Kuningan (Manometer)
     Download Video Uji Tarik Baja Dengan Baut Kuningan (Dial Indicator)
     Download Video Uji Tarik Baja Dengan Baut Baja (Manometer)
     Download Video Uji Tarik Baja Dengan Baut Baja (Dial Indicator)

Tuesday, 9 April 2013

Teknik Mesin Luncurkan Conservation Electric Vechile Buah Nyata Unnes Konservasi



Tidak lama ini Unnes bangga dengan masiswanya yang telah bekerja keras memberikan inovasi tentang mobil ramah lingkungan sebut saja dengan Conservation Electric Vechile. Mobil itu merupakan ciptaan dari mahasiswa teknik mesin kita sebagai mahasiswa patut bangga dengan prestasinya. Mobil ini dilengkapi dengan tiga ACCU sebagai penyimpan listrik. Mobil ini berbahan bakar listrik jadi tidak ada karbon yang terbuang. Dengan demikian mobil tersebut disebut sebagai mobil ramah lingkungan. Mobil ini bisa mambawa empat orang penumpang. Tapi, perlu penyempurnaan dalam mobil ini karena belum dilengkapi dengan berbagai macam fitur seperti speedometer, spion yang memadai, dan penghalang untuk safety. Walaupun begitu kita sepatutnya bergembira karena itu buah hasil dari anak teknik mesin sendiri. Mobil ini baru ada satu unit, sebaiknya diproduksi secara massal dilingkungan Unnes, kerena kalau hanya mengandalkan bus Unnes saja tidak bisa. Penumpang yang meningkat tidak diimbangi dengan sarana yang sedikit akan menjadikan kurang maksimal dalam beraktifitas dilingkungan Unnes. Jadi, sebaiknya mobil terus diproduksi untuk mendukung konservasi Unnes, dan bisa membantu masyarakat Unnes untuk terus beraktifitas tanpa ada gangguan. Mobil ini diluncurkan ketika gelar karya pada dies natalis Unnes ke-48 tahun. Memang banyak kekurangan mengenai konservasi Unnes, gebrakan ini merupakan buah nyata mahasiswa untuk bisa memberikan jawaban atas kerja kerasnya tersebut. Sebaiknya sebagai mahasiswa harus terus berinovasi dan terus menciptakan hal-hal yang bisa bermanfaat unutk semua orang seperti contohnya mahasiswa teknik mesin. Bahan bakar yang mahal harus diimbangi dengan cara menciptakan sebuah kendaraan yang ramah lingkungan, dengan itu kita sebagai mahasiswa telah ikut serta untuk menjaga alam agar tidak menciptakan polusi yang lebih banyak lagi. Mahasiswa diharapkan untuk tidak menggunakan saja, tapi ikut memberi sumbangan dalam bentuk pemikiran dan tindakan agar lingkungan Unnes tetap asri dan tetap menjadi kampus konservasi. Konservasi tidak hanya alamnya saja tapi semuanya, salah satunya dengan menciptakan kendaraan yang ramah lingkungan. Unnes sutera, Konservasi lanjutkan.

Conservation Electric Vechile

Conservation Electric Vechile

Conservation Electric Vechile

Conservation Electric Vechile

Conservation Electric Vechile

Conservation Electric Vechile

Conservation Electric Vechile

Gelar Karya Mantapkan Unnes Sebagai Kampus Konservasi



Pada tanggal 26-27 maret 2013 telah diadakan gelar karya dalam rangka dies natalis ke-48 Unnes. Tidak kalah berbeda dengan dies natalis tahun yang lalu, kali ini Unnes tambah percaya diri sebagai universitas konservasi di Indonesia, dengan umur yang ke-48 itu merupakan umur yang sudah tua dan seharusnya mempunyai inovasi-inovasi dari mahasiswa dan dosen untuk mengembangkan kampus Unnes yang lebih baik.
Untuk menampilakan inovasi tersebut Unnes menyediakan tempat untuk menggelarnya yaitu gelar karya yang berada di auditorium Unnes, dalam gelar karya tersebut memperlihatkan banyak karya dari masing-masing fakultas dan banyak lagi dari universitas itu sendiri. Gelar karya dengan tema peduli konservasi diharapkan keluarga besar Unnes bisa tembah untuk peduli dengan konservasi dengan cara melindungi dan melestraikan alam sekitar.
Dalam gelar karya ini tiap fakultas untuk menunjukkan apa yang dihasilkan dari fakultas tersebut, acara ini merupakan acara tahunan yang diadakan Unnes setiap tahunnya. Tidak kalah penting dari itu mahasiswa bisa mengetahui lebih jauh Unnes dan bisa bangga terhadap universitasnya sendiri. Dengan bertambahnya umur ini Unnes bisa menjadi universitas yang diunggulkan di tingkat nasional bahkan ditingkat internasional. Gelar karya ini diisi juga dengan berbagai kesenian dari mahasiswa sendiri, mahasiswa Unnes seharusnya berbangga diri karena mahasiswa bisa menunjukkkan bakat yang dimiliki. Gelar karya yang dilaksanakan 2 hari tersebut meninggalkan berbagai harapan untuk kemajuan Unnes, untuk itu mari semua keluarga besar Unnes untuk mewujudkan visi dan misi Unnes. Konservasi yang berjalan 3 tahun ini diharapkan sebagai ujung tombak untuk kemajuan Unnes kedepannya. Semua mahasiswa yang hadir dalam gelar karya sangat antusias dengan diadakan pameran ini. Banyak pula hasil karya mahasiswa Unnes yang dipamerkan dalam gelar karya ini seperti lukisan, prototipe mobil parkir otomatis, dan banyak lagi.
Terakhir dengan adanya gelar karya ini diharapkan keluarga besar Unnes bisa bangkit untuk mewujudkan apa yang diharapkan dan tidak berhenti sekedar hanya unjuk perbolehan dalam gelar karya ini. Unnes sutera, Konservasi Lanjutkan. Selamat ulang tahun Unnes yang ke-48 tahun.
 
Portar Gelar Karya Unnes
 
Portar Gelar Karya Unnes bersama Penulis

Suasana saat diadakan kuis

Hasil dari mahasiswa seni

Pameran arsip Unnes

Stand Fakultas Ilmu Sosial

Stand Fakultas Ilmu Keolahragaan

Stand Fakultas Matematika dan IPA

Stand Jurusan Teknik Sipil

Stand Jurusan Teknik Elektro

Thursday, 21 March 2013

Gedung Parkirku Sayang, Gedung Kampusku Malang


Sekarang saya akan membahas Unnes lebih dalam lagi, setajam mata memadang Unnes memang mempunyai fasilitas yang mendukung untuk terwujudnya visi dan misinya. Tapi, tidak terlepas dari itu semua kalau saya jebarkan satu per satu menjadi kesan kalau saya tidak mencintai Unnes. Sebalikknya pemikiran saya untuk membongkar kekurangan Unnes karena Unnes bisa tahu bahwa Unnes mempunyai kekurangan. Saya tahu kalau di dunia ini tidak ada yang sempurna. Maka dari itu dengan kekurangan tersebut saya mau menutupi itu dengan prestasi atau gagasan tertulis seperti ini. Balik lagi ke topik bahasan saya akan membahs tentang gedung parkir dan gedung kampus Unnes. Unnes mempunyai parkiran baru yaitu disebut dengan GSG (Gedung Serba Guna).  Kalau saya ke dalam GSG itu serasa ke mall atau tempat showroom motor atau mobil. Dan sebaliknya jika saya ke kampus saya sendiri bagaikan saya ke hutan yang tidak ada penghuni dan tidak terawat. Banyak fasilitas GSG yaitu: liff, kamar mandi yang bersih, kamera pegawar, sound. Itu saja tempat motor dan mobil mempunyai fasilitas yang begitu mewah. 
Saya menganalisis fasilitas di kampus saya yaitu kampus fakultas teknik tercinta yaitu cat yang sudah usang, LCD proyektor yang tidak berfungsi maksimal, tidak ada AC padahal diruang tata usaha terdapat AC padahal itu hanya karyawan dan yang mendapat fasilitas itu adalah mahasiswa, labolatorium yang kurang, kamar mandi yang seadaanya, suara bising dari bus, dan papan tulis yang tidak bersih karena sudah bertahun-tahun digunakan. Saya membanyangkan juga kapan saya mempunyai kampus yang mempunyai fasilitas yang hebat dan mendukung pembelajaran. Banyak kekurangan yang ada di kampus saya. Mungkin fasilitas itu ada ketika saya sudah tidak ada lagi di Unnes. Saya sudah usul di suara warga Unnes dan hasilnya hanya menjanjikan saja, tidak ada tidakan. Berbulan-bulan saya tunggu tapi tidak terealisasi, dan itu hanya omong kosong belaka. Sangat ironi bila dibandingkan antara GSG dengan gedung kampus secara detail. Saya berharap semua bisa dibenahi dari fasilitas dan semuanya. Saya bangga menjadi mahasiswa Unnes karena saya ingin mewujudkan cita-cita saya. Saya menyadari kalau saya hanya bisa usul dan mengoreksi saja, karena kalau saya bertindak lebih lanjut itu tidak wewenang dan tugas saya, karena saya hanyalah mahasiswa biasa.











Monday, 18 March 2013

Pilihan Konservasi VerSus Modernisasi Di Unnes

Sebelum saya bahas mengenai koservasi dan modernisasi saya akan mengenalkan Unnes terlebih dahulu yang terkenal dengan universitas konservasi, Universitas Negeri Semarang (Unnes) adalah universitas konservasi. Konservasi memang telah menjadi visi kami. Lengkapnya, universitas konservasi bertaraf internasional yang sehat, unggul, dan sejahtera. Di kampus Sekaran, 12 Maret 2010, keberadaan Unnes sebagai universitas konservasi telah kami deklarasikan.Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh hadir dan meresmikannya. Dengan deklarasi itu, kami bertekad untuk selalu menjunjung tinggi prinsip perlindungan, pengawetan, pemanfaatan, dan pengembangan secara lestari terhadap sumber daya alam dan budaya luhur bangsa. Kami juga menempatkan konservasi sebagai wujud tridarma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Gemanya, tentu saja, kami harapkan sampai di kampus-kampus lain yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Unnes: Kelud, Bendan, Pegandan, Karanganyar, dan Tegal. Dengan begitu, makin kuatlah persenyawaan itu. Sebagai perguruan tinggi negeri jelmaan Insitut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP), Unnes memberikan perhatian besar pada bidang kependidikan. Dari 60 program studi, program studi di antaranya merupakan program studi kependidikan dengan gelar sarjana pendidikan (S.Pd.) bagi lulusannya. Tak hanya pada jenjang sarjana, Unnes juga membuka sejumlah program studi pada jenjang magister (S2) dan program doktor (S3), di samping program diploma (D3). Di universitas ini dibuka pula pendidikan profesi dan Pendidikan Profesi Guru (PPG).  
Unnes mempunyai Badan Pengembang Konservasi UNNES mempunya 8 pilar konservasi yang terdiri dari :
  1. Arsitektur Hijau dan Transportasi Internal
  2. Biodiversitas
  3. Energi Bersih
  4. Seni Budaya
  5. Kaderisasi Konservasi
  6. Kebijakan Nir Kertas
  7. Pengolahan Limbah
Kita telaah lebih lanjut apakah konservasi sudah melekat betul degan Unnes dan apakah Unnes pantas diberi gelar Unnes konservasi, kita terlebih dahulu pahami dengan apa itu konservasi, Konservasi adalah upaya pelestarian lingkungan, tetapi tetap memperhatikan, manfaat yang dapat di peroleh pada saat itu dengan tetap mempertahankan keberadaan setiap komponen lingkungan untuk pemanfaatan masa depan.
Namun menurut Adishakti (2007) istilah konservasi yang biasa digunakan para arsitek mengacu pada Piagam dari International Council of Monuments and Site (ICOMOS) tahun 1981, yaitu Charter for the Conservation of Places of Cultural Significance, Burra, Australia, yang lebih dikenal dengan Burra Charter.
Disini dinyatakan bahwa konsep konservasi adalah semua kegiatan pelestarian sesuai dengan kesepakatan yang telah dirumuskan dalam piagam tersebut. Konservasi adalah konsep proses pengelolaan suatu tempat atau ruang atau obyek agar makna kultural yang terkandung di dalamnya terpelihara dengan baik. Kegiatan konservasi meliputi seluruh kegiatan pemeliharaan sesuai dengan kondisi dan situasi lokal maupun upaya pengembangan untuk pemanfaatan lebih lanjut.
Suatu program konservasi sedapat mungkin tidak hanya dipertahankan keasliannya dan perawatannya namun tidak mendatangkan nilai ekonomi atau manfaat lain bagi pemilik atau masyarakat luas. Dalam hal ini peran arsitek sangat penting dalam menentukan fungsi yang sesuai karena tidak semua fungsi dapat dimasukkan. Kegiatan yang dilakukan ini membutuhkan upaya lintas sektoral, multi dimensi dan disiplin, serta berkelanjutan.
Tujuan dari kegiatan konservasi, antara lain :
  1. Memelihara dan melindungi tempat-tempat yang indah dan berharga, agar tidak hancur atau berubah sampai batas-batas yang wajar.
  2. Menekankan pada penggunaan kembali bangunan lama, agar tidak terlantar. Apakah dengan menghidupkan kembali fungsi lama, ataukah dengan mengubah fungsi bangunan lama dengan fungsi baru yang dibutuhkan.
  3. Melindungi benda-benda cagar budaya yang dilakukan secara langsung dengan cara membersihkan, memelihara, memperbaiki, baik secara fisik maupun khemis secara langsung dari pengaruh berbagai faktor lingkungan yang merusak.
  4. Melindungi benda-benda (dalam hal ini benda-benda peninggalan sejarah dan purbakala) dari kerusakan yang diakibatkan oleh alam, kimiawi dan mikro organisme.
Tapi menurut saya pelaksanaan konservasi belum terlaksana dengan baik padahal sudah dibentuk sebuah badan yang bekerja untuk mengelola koservasi di Unnes. Contoh konservasi yang belum dan terkesan hanya sebagai ajang pamer yaitu semenjank tanggal 1 januari 2013 seluruh masyarakat Unnes tanpa kecuali tidak boleh menggunakan kendaraan yang barbahan fosil, tapi kenyataannya tetap ada motor yang masuk. Bahkan untuk menyiasati program itu rektorat memberikan kebijakan yaitu ada bis yang mengantar masyarakat untuk beraktivitas seperti biasa. Dengan adanya kebijakan seperti itu waktu efektif kerja sangat terganggu khususnya untuk kampus yang jaraknya jauh dengan parkir pusat, kemudian rektorat memberikan kelongggaran dengan kebijakan tersebut, seperti contoh kendaraan bermotor atau mobil bisa parkir di kantong parkir yang sudah disediakan. Menurut saya itu percuma saja, unnes telah membangun parkir terpusat dengan nilai sekitar 20 Miliar dan kebanyakan parkir tersebut sepi yang ramai malahan kantong parkir. Berarti secara logika percuma dibuat parkir terpusat tersebut. Saya sudah mewawancarai seorang dosen teknik sipil, beliau memberikan kritikan dengan kebijakan rektor yaitu ketika beliau sebelum diberlakukan kebijakan tersebut semua pekerjaan bisa dilaksanakan di kampus tanpa harus dikerjakan di rumah. Tapi, dengan berlakunya kebijakan tersebut semua pekerjaannya tertunda dan untuk mengerjakan pekerjaan itu dilakukannya pada hari libur, jadi seorang dosen tersebut tidak libur dalam seminggu.
Ada lagi sesuatu yang mengganjang dengan konservasi Unnes yaitu dalam mengelola sampah, seharusnya dengan label konservasi bisa mendaur ulang sampah yang berada di lingkungan universitas. Tapi, sebaliknya semua sampah itu hanya dibuang di TPA (Tempat Pembungan Akhir). Saya lihat peran BEM di Unnes kurang berperan aktif dalam mengajak mahasiswa untuk bergerak dalam kegiatan konservasi untuk mendukung Unnes yng lebih baik. Sampah yang hanya dibuang seperti itu, akan menimbulkan dampak yang tidak baik. Memang mahasiswa atau orang-orang tahunya sampah Unnes didaur ulang. Tapi, kenyataannya sebaliknya. Sebaiknya sampah Unnes bisa dipilah-pilah dan dimanfaatkan  agar mendapatkan nilai ekonomi, atau menggerakkan mahasiswa untuk kreatif dan lebih bagusnya diadakan festival konservasi agar mahasiswa bisa terpacu kreativitas dalam memanfaatkan label konservasi tersebut.
Sebaiknya label Unnes bila tidak memanfaatkan sebaiknya dicabut saja atau diganti dengan yang lain. Modernisasi dalam ilmu sosial merujuk pada sebuah bentuk transformasi dari keadaan yang kurang maju atau kurang berkembang ke arah yang lebih baik dengan harapan akan tercapai kehidupan masyarakat yang lebih maju, berkembang, dan makmur. Diungkapkan pula modernisasi merupakan hasil dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang sekarang ini. Tingkat teknologi dalam membangun modernisasi betul-betul dirasakan dan dinikmati oleh semua lapisan masyarakat, dari kota metropolitan sampai ke desa-desa terpencil. Wilbert E Moore yang menyebutkan modernisasi adalah suatu transformasi total kehidupan bersama yang tradisional atau pra modern dalam arti teknologi serta organisasi sosial kearah pola-pola ekonomis dan politis yang menjadi ciri Negara barat yang stabil. Sementara menurut J. W. School, modernisasi adalah suatu transformasi, suatu perubahan masyarakat dalam segala aspek-aspeknya.
Soerjono Soekanto mengemukakan bahwa sebuah modernisasi memiliki syarat-syarat tertentu, yaitu sebagai berikut:
  1.  Cara berpikir yang ilmiah yang berlembaga dalam kelas penguasa ataupun masyarakat.
  2. Sistem administrasi negara yang baik, yang benar-benar mewujudkan birokrasi.
  3. Adanya sistem pengumpulan data yang baik dan teratur yang terpusat pada suatu lembaga atau badan tertentu.
  4. Penciptaan iklim yang menyenangkan dan masyarakat terhadap modernisasi dengan cara penggunaan alat-alat komunikasi massa.
  5. Tingkat organisasi yang tinggi yang di satu pihak berarti disiplin, sedangkan di lain pihak berarti pengurangan
  6. Kemerdekaan.
  7. Sentralisasi wewenang dalam pelaksanaan perencanaan sosial.
Bila dibandingkan modernsasi dengan konservasi itu mempunyai perbedaan yang jauh, bila konservasi di Unnes tidak berjalan dengan baik sebaiknya diubah saja dengan universitas modernisasi. Dengan itu Unnes bisa menjadi universitas riset dan lebih baik lagi Unnes bisa maju kalau semua masyarakat Unnes bisa gotong royong menjadikan Unnes konservasi secara utuh dan mengembangkan modernisasi agar Unnes juga menjadi universitas riset. Bila konservasi dipadukan akan menjadi universitas yang sangat bagus. Saya berdoa unnes menjadi universitas yang bagus bisa mewujudkan visi dan misinya, dan bisa mencetak mahasiswa yang berkualitas dan profesional.



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...